PALU - BEDAINNEWS.COM — Denyut aktivitas perdagangan energi rumah tangga di Kota Palu, Sulawesi Tengah, tak hanya bertumpu pada pasokan bersubsidi. Di Jalan Sungai Manonda, Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Palu Barat, sektor eceran LPG non-subsidi varian Bright Gas tetap menjadi tumpuan utama masyarakat menengah dan pelaku usaha, Senin pagi (12/10/2026).
Salah seorang pengecer senior, Hj. Rosdiana (52), mengungkapkan bahwa dirinya menjual tabung Bright Gas dengan harga eceran Rp125.000 per tabung.
Penentuan Harga Dan Pasokan Pengecer
Aktivitas berjualan tabung gas non-subsidi tersebut telah dilakoni Hj. Rosdiana selama bertahun-tahun. Ia menjelaskan bahwa harga jual di tingkat pengecer sangat fluktuatif dan bergantung pada modal pasokan yang diterima dari distributor maupun agen resmi.
"Saya jual eceran Rp125 ribu. Tergantung dari harga kita terima, kalau di bawah, di bawah juga harganya," ujar Hj. Rosdiana saat ditemui di lokasi usahanya.
Usaha ecerannya secara konsisten memfokuskan penjualan pada produk non-subsidi dan tidak menyediakan LPG 3 kilogram.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Segmen pembeli yang datang didominasi kalangan rumah tangga menengah ke atas serta para pedagang kuliner lokal.
Pesan Kesederhanaan Dalam Berusaha
Menghadapi tantangan perekonomian serta efisiensi usaha saat ini, Hj. Rosdiana menyisipkan pesan moral yang mendalam bagi sesama pelaku usaha dan masyarakat luas agar senantiasa bersikap realistis.
"Harapannya sederhana saja, tidak usah yang mau diambil-ambil di atas yang kita tidak bisa capai," tuturnya dengan penuh kehangatan.
Kisah Hj. Rosdiana menjadi cermin pentingnya kemandirian rantai distribusi energi non-subsidi dalam mendukung geliat usaha kecil di Kota Palu secara berkelanjutan.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!