SANGIHE - BEDAINNEWS.COM ā Harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mulai mengalami penurunan. Pantauan di Pasar Naha, Kecamatan Tabukan Utara, harga cabai saat ini berada pada kisaran Rp120.000 hingga Rp150.000 per kilogram.
Kendati harga melandai, para pembeli di daerah perbatasan tersebut justru dihadapkan pada kelangkaan jenis cabai asal Gorontalo yang paling diminati masyarakat.
Tingkat Kepedasan Ekstrem dan Harga Tinggi
Amir, salah seorang pedagang di Pasar Naha, mengungkapkan bahwa cabai Gorontalo memiliki daya tarik tersendiri bagi pembeli lokal maupun pelaku usaha kuliner karena cita rasa tingkat kepedasannya yang sangat tinggi.
"Cabai Gorontalo ini paling banyak dicari karena super-super pedas. Tapi sekarang tidak ada stok di pasar," ungkap Amir saat ditemui di Pasar Naha, Rabu (14/10/2026).
Meskipun harganya mampu menembus angka Rp200.000 per kilogram atau berselisih Rp10.000 hingga Rp30.000 lebih mahal dibandingkan jenis cabai lainnya, pembeli tetap memilih cabai Gorontalo ketimbang pasokan dari wilayah lain.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Ketergantungan Pasokan Daerah Luar
Saat ini, pasokan cabai yang tersedia di Pasar Naha didominasi kiriman dari luar daerah seperti Manado, Makassar, dan Surabaya. Jalur distribusi logistik antarpulau membuat ketersediaan cabai Gorontalo sangat terbatas dan sulit didapatkan di tingkat pedagang eceran.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa faktor rasa dan kualitas komoditas menjadi pertimbangan utama masyarakat kepulauan, di luar fluktuasi harga yang terjadi di pasaran.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!