SURABAYA - BEDAINNEWS.COM — Warung Bubur Dua Putri di Surabaya laris manis diserbu warga untuk sarapan pagi di tengah kabar melemahnya daya beli masyarakat, Jumat (30/10/2026).
Lapak kuliner sederhana yang berlokasi tepat di depan SPBU Jalan Tidar tersebut selalu ramai didatangi pembeli sejak buka pukul 06.00 WIB.
Di tengah tekanan ekonomi yang berdampak pada lesunya usaha mikro, dagangan olahan bubur kacang hijau dan ketan hitam ini kerap ludes sebelum pukul 11.00 WIB.
Para pekerja kantoran dan warga pemukiman sekitar silih berganti mengantre demi menikmati sajian hangat bernutrisi dengan harga yang sangat merakyat.
Strategi Menjaga Rasa Khas dan Menahan Kenaikan Harga
Kunci keberhasilan dalam mempertahankan omzet harian yang stabil terletak pada komitmen menjaga cita rasa legendaris tanpa membebankan biaya tinggi kepada pembeli.
Meskipun harga sejumlah bahan baku di pasaran melonjak, pengelola memilih untuk tidak menaikkan harga porsi secara drastis demi menjaga keterjangkauan.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Satu porsi hangat bubur kacang hijau dipatok dengan harga terjangkau sebesar Rp8 ribu sehingga tetap menjadi pilihan favorit semua kalangan.
Pilihan untuk mempertahankan harga murah terbukti ampuh merawat loyalitas pelanggan yang membutuhkan menu sarapan hemat harian di pusat kota.
Prinsip Kejujuran dan Optimisme Pelaku Usaha Mikro
Pengelola usaha, Leafa Nanda (35), menegaskan bahwa optimisme serta kejujuran dalam berdagang merupakan fondasi utama dalam menghadapi ketidakpastian pasar.
Kepercayaan diri yang dipadukan dengan integritas pelayanan terbukti mampu menjaga keberlanjutan bisnis di tengah iklim persaingan usaha yang ketat.
"Tetap percaya diri saja, rezeki sudah ada yang mengatur, yang penting kita jaga rasa dan jujur sama pembeli," tutur Leafa di lapaknya.
Kisah sukses pedagang kaki lima ini memberikan inspirasi nyata bahwa ketekunan dan kedekatan dengan konsumen menjadi kunci ketahanan UMKM lokal. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!