Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Berita

Berburu Harapan di Sentra Kue Subuh Senen Saat Malam Tiba

Kontributor: Mahmud Marhaba - Jakarta|Editor: Redaksi Bedain|
Minggu, 18 Oktober 2026 pukul 01.46 WIB
|
1 menit baca
Berburu Harapan di Sentra Kue Subuh Senen Saat Malam Tiba
Potret suasana malam di Sentra Kue Subuh Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2026). Di tengah kepadatan pembeli, warga berburu kue segar untuk kebutuhan pribadi maupun dijual kembali demi nafkah keluarga, sebagai tumpuan harapan di tengah masa sulit ekonomi. (Dok. Mahmud Marhaba / Bedain News)
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Malam kian larut, namun denyut kehidupan di Sentra Kue Subuh Pasar Senen Blok 1-2, Jakarta Pusat, justru semakin berdenyut ...
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Di bawah pendar lampu sorot yang menerangi ratusan lapak, kerumunan warga Jakarta memenuhi gang-gang sempit.

2

Mereka beradu gesit berburu aneka kue segar yang tersaji rapi dalam kotak-kotak kardus, Sabtu (17/10/2026) malam.

3

Menariknya, aktivitas perdagangan di kawasan ini sudah mulai ramai sejak sore hari.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

JAKARTA - BEDAINNEWS.COM — Malam kian larut, namun denyut kehidupan di Sentra Kue Subuh Pasar Senen Blok 1-2, Jakarta Pusat, justru terasa semakin kencang dan penuh semangat.

Di bawah pendar lampu sorot yang menerangi ratusan lapak, kerumunan warga Jakarta memenuhi gang-gang sempit. Mereka beradu gesit berburu aneka kue segar yang tersaji rapi dalam kotak-kotak kardus, Sabtu (17/10/2026) malam.

Menariknya, aktivitas perdagangan di kawasan ini sudah mulai ramai sejak sore hari. Meski secara resmi menyandang nama 'Kue Subuh', hiruk pikuk transaksi sebenarnya telah dimulai jauh sebelum fajar menyingsing.

Bagi sebagian orang, kehadiran mereka di tempat ini sekadar untuk memenuhi kebutuhan meja makan keluarga di pagi hari. Mereka mencari kudapan manis dan gurih untuk dinikmati bersama orang tercinta.

Namun, bagi mayoritas pengunjung lainnya, pasar ini adalah ladang perjuangan ekonomi yang nyata. Tempat ini menjadi tumpuan harapan di tengah himpitan kondisi ekonomi yang sedang sulit melanda Indonesia.

Pasar Senen bukan sekadar tempat transaksi kuliner biasa, melainkan simbol ketahanan ekonomi rakyat kecil. Hal ini terlihat dari mayoritas pembeli yang datang dengan membawa karung dan kardus berukuran besar.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Mereka bukanlah konsumen akhir yang membeli untuk dikonsumsi sendiri. Sebagian besar dari mereka adalah para pengecer, pedagang kue rumahan, hingga penjual gorengan yang berasal dari berbagai sudut Jakarta dan sekitarnya.

Para pejuang nafkah ini rela menembus dinginnya malam dan berdesak-desakan di tengah keramaian. Tujuannya satu: mendapatkan pasokan kue dengan harga grosir terbaik untuk kemudian dijual kembali kepada pelanggan mereka.

Mendapatkan selisih keuntungan sebesar seribu hingga dua ribu rupiah per potong kue adalah sebuah kemenangan kecil. Namun, bagi mereka, nominal tersebut sangat berarti untuk memastikan asap dapur rumah tetap mengepul.

Keuntungan tipis itu juga menjadi penyambung hidup agar pendidikan anak-anak mereka bisa terus berjalan. Di tengah ekonomi yang kian terpuruk, harapan untuk bangkit bermula dari ketekunan membeli kue di pasar ini.

Dinamika perjuangan ini dirasakan langsung oleh Iwan, seorang pelanggan setia yang juga mengelola usaha penjualan kue eceran di salah satu sudut kota Jakarta.

Di sela-sela kesibukannya memilih kue lapis dan gorengan favorit para pelanggannya, Iwan berbagi cerita mengenai strategi bertahan hidup di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

"Saya akhirnya memilih untuk membeli kue di sini dibandingkan harus membuat kue sendiri. Biaya atau cost-nya menjadi lebih terukur dan tidak seberat jika harus memulai proses produksi dari awal," tutur Iwan.

Pilihan praktis ini diambil Iwan demi menjaga efisiensi usaha mikro yang dikelolanya. Dengan membeli produk jadi, ia bisa memangkas waktu produksi dan meminimalisir risiko kegagalan dalam pembuatan kue.

Ratusan lapak pedagang di Sentra Kue Subuh Pasar Senen menawarkan keragaman menu yang konsisten. Hal ini memungkinkan pedagang seperti Iwan untuk lebih fokus pada penjualan tanpa harus menanggung risiko produksi.

Di tengah suasana padat malam itu, setiap warga yang hadir membawa narasi perjuangannya masing-masing. Meski berbeda latar belakang, mereka terikat dalam satu harapan yang sama.

Mereka percaya bahwa keteguhan dalam mencari nafkah di bawah terpal pasar subuh ini akan menjadi jalan pembuka. Harapannya, usaha kecil ini mampu membawa kebangkitan ekonomi bagi keluarga mereka.B

Kontributor: Mahmud Marhaba - Jakarta|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:SenenSubuhMalamHarapanJAKARTA
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...