SURABAYA - BEDAINNEWS.COM — Becak di Surabaya bertahan melayani rute transportasi perjalanan jarak pendek di tengah kepungan kendaraan bermotor berbasis aplikasi, Senin (26/10/2026).
Keberadaan angkutan tradisional roda tiga tersebut semakin tersisih di koridor jalan utama Kota Pahlawan akibat pergeseran gaya hidup mobilitas cepat masyarakat.
Kendati demikian, becak ramah lingkungan ini tetap memegang peran krusial dalam menghubungkan perjalanan jarak dekat kawasan pemukiman warga menuju pasar lokal.
Kehadiran para pengayuh becak di sudut kota bukan sekadar pilihan sarana angkutan, melainkan cerminan perjuangan ekonomi rakyat kecil dalam mempertahankan penghidupan harian.
Persaingan Moda Modern dan Nilai Sejarah Perkotaan
Maraknya layanan angkutan berbasis aplikasi daring membuat populasi armada becak tradisional kian jarang dijumpai di ruas jalan protokol.
Meski menghadapi tantangan berat dari kepraktisan moda kendaraan modern, becak menyajikan layanan personal yang tidak dimiliki jenis angkutan lainnya.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Keberadaan becak menyimpan nilai sejarah panjang serta identitas budaya yang mewarnai perjalanan dinamika perkembangan transportasi Kota Surabaya dari masa ke masa.
"Kemajuan teknologi perkotaan tidak semestinya mengesampingkan keberadaan angkutan tradisional yang menjadi sumber nafkah masyarakat kecil," catat laporan tim redaksi.
Dukungan Kebijakan Daerah dan Perlindungan Ruang Kerja Layak
Para pengayuh becak yang masih setia bertahan di jalanan membutuhkan perhatian khusus berupa regulasi pendukung agar keberadaan mereka tidak terancam punah.
Intervensi kebijakan pemerintah daerah serta kepedulian masyarakat sangat penting untuk memberikan ruang gerak operasional yang layak bagi transportasi tradisional.
Selama kebutuhan perjalanan jarak pendek di kawasan pemukiman padat tetap ada, becak layak dipertahankan sebagai sarana penunjang keragaman angkutan kota.
Penataan rute integrasi pariwisata dan lingkungan pemukiman dapat menjadi solusi berkelanjutan agar becak tetap hidup menjadi ikon kebanggaan Surabaya.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!