BATAM - BEDAINNEWS.COM โ Perkembangan teknologi keuangan digital di Indonesia kini tak lagi hanya milik kedai kopi modern (coffee shop) atau pusat perbelanjaan megah. Di Kota Batam, semangat digitalisasi finansial turut merambah ke ranah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tingkat tapak, Kamis (5/11/2026).
Langkah inovatif ini ditunjukkan oleh Fajri, seorang penjual kopi keliling yang sehari-hari menjajakan dagangannya menggunakan armada becak kopi di depan Gedung DPRD Kota Batam. Guna memanjakan para pelanggannya, Fajri kini menyediakan fasilitas pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Saban pagi hingga sore, ia menawarkan aneka varian rasa kopi kekinian yang memanjakan lidah, mulai dari caramel, kopi susu, gula aren, hingga ragam varian rasa populer lainnya.
Permudah Transaksi Pekerja Industri
Fajri mengungkapkan, keputusan mengadopsi sistem transaksi cashless atau nontunai ini didasari oleh kebutuhan para pelanggannya, yang mayoritas merupakan pekerja industri dan pegawai perkantoran di kawasan pusat kota.
"Untuk memudahkan pelanggan, terutama mereka yang bekerja di industri, kami menghadirkan layanan pembayaran QRIS. Jadi, pelanggan cukup melakukan pembayaran melalui QRIS tanpa harus menggunakan uang tunai," ujar Fajri saat melayani pembeli di lapak becaknya.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Kehadiran kode QRIS di lambung becaknya terbukti memangkas waktu transaksi. Pelanggan cukup memindai kode unik melalui aplikasi dompet digital maupun mobile banking di ponsel pintar mereka tanpa perlu pusing mencari uang pas atau menunggu uang kembalian.
Inovasi UMKM Becak Kopi Mengikuti Zaman
Bagi Fajri, pemanfaatan teknologi merupakan keharusan bagi setiap pelaku usaha kecil jika ingin terus bertahan dan berkembang di tengah arus modernisasi Kota Batam.
"Ini bentuk penyesuaian terhadap perkembangan teknologi yang semakin maju. Pedagang kecil juga perlu mengikuti perubahan zaman agar bisa memberikan pelayanan yang lebih baik dan membuat pelanggan nyaman," tambahnya.
Fenomena pedagang kopi becak keliling yang melek teknologi ini menjadi gambaran nyata bahwa akselerasi inklusi keuangan digital di Kepulauan Riau dapat diterapkan secara inklusif oleh siapa saja, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan armada jualan bukan penghalang untuk menghadirkan pelayanan kelas wahid.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!