PROBOLINGGO - BEDAINNEWS.COM — Bawaslu di Probolinggo gandeng Forum Kerukunan Umat Beragama memanfaatkan rumah ibadah sebagai sarana edukasi demokrasi inklusif, Senin (26/10/2026).
Langkah kolaboratif tersebut disepakati dalam koordinasi kelembagaan yang digelar di Sekretariat FKUB Kota Probolinggo, Jalan A. Yani Nomor 103, Jawa Timur.
Melalui kerja sama ini, rumah ibadah dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang perjumpaan warga dari pelbagai latar belakang sosial keagamaan.
Penyampaian nilai demokrasi dan kerukunan dilakukan secara edukatif tanpa menyentuh ranah politik praktis yang berpotensi mencederai kesucian rumah ibadah.
Pengawasan Partisipatif dan Inovasi Program Monitoring Rumah Ibadah
Ketua FKUB Kota Probolinggo, Ahmad Hudri, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini memiliki program kerja khusus yang berkaitan langsung dengan monitoring rumah ibadah.
FKUB membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi Bawaslu untuk hadir memberikan sosialisasi kepemiluan dan pendidikan demokrasi di sela kegiatan tersebut.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
"Rumah ibadah potensi jadi ruang perjumpaan masyarakat, pesan demokrasi dan toleransi bisa disampaikan secara edukatif," kata Ahmad Hudri.
Pendekatan inklusif ini diharapkan mampu melahirkan kesadaran kolektif agar warga tidak hanya menjadi pemilih pasif, melainkan pengawas aktif jalannya pemilu.
Pencegahan Politisasi Agama dan Penguatan Kerukunan Umat Beragama
Anggota Bawaslu Kota Probolinggo, Putut Gunawarman Fitrianta, menyambut baik tawaran sinergi FKUB untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke tempat ibadah.
Pelibatan tokoh agama dipandang ampuh dalam menyebarkan pesan perdamaian, menolak narasi kebencian, serta mencegah politisasi SARA pada masa mendatang.
"Pelaksanaan tugas Bawaslu di masa non-tahapan fokus membangun konsolidasi demokrasi dan keterlibatan elemen masyarakat," tegas Putut Gunawarman Fitrianta.
Melalui pemanfaatan rumah ibadah secara bijak, Bawaslu dan FKUB optimistis kualitas demokrasi di Kota Probolinggo semakin matang, berintegritas, dan kondusif.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!