PANDEGLANG - BEDAINNEWS.COM, PANDEGLANG — Antrean panjang kendaraan warga yang berburu Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite terlihat mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Raya Pandeglang–Rangkasbitung KM 5, tepatnya di simpang empat Kadubanen, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (20/10/2026).
Penumpukan kendaraan roda dua maupun roda empat tersebut sudah tampak memanjang sejak pukul 07.30 WIB. Banyak pengemudi terpaksa menghabiskan waktu hingga puluhan menit di lokasi pengisian demi mengamankan kebutuhan bahan bakar harian mereka.
Rudi (48), salah seorang pengendara sepeda motor, menceritakan pengalamannya saat terjebak dalam antrean di SPBU Kadubanen.
"Kami sudah mengantre hampir setengah jam tapi belum sampai juga ke dispenser pengisian. Di depan motor saya saja masih ada sekitar lima kendaraan lagi," ujar Rudi di sela-sela antrean, Selasa pagi.
Ia menambahkan, keputusan untuk ikut mengantre sejak pagi hari diambil karena khawatir stok Pertalite di SPBU tersebut ludes jika dibeli pada siang atau sore hari.
Pengawas SPBU Pastikan Stok Aman Tiga Hari Ke Depan
Di tengah kekhawatiran warga akan kelangkaan bahan bakar, pihak pengelola SPBU Kadubanen memberikan garansi terkait ketersediaan stok BBM di tangki penyimpanan mereka.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Pengawas SPBU Kadubanen, Solihin (48), menegaskan bahwa ketersediaan pasokan BBM bersubsidi jenis Pertalite di tempatnya dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga tiga hari mendatang.
"Insyaallah kami masih bisa melayani ketersediaan pasokan jenis BBM bersubsidi untuk tiga hari ke depan. Mudah-mudahan semuanya bisa terpenuhi untuk masyarakat. Soal stok yang ada, cukup untuk tiga hari," tegas Solihin.
Masyarakat Dimbau Tetap Tenang dan Tidak Panic Buying
Dengan adanya garansi kepastian stok dari pihak pengelola SPBU, warga diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) yang berpotensi memicu kemacetan serta antrean luar biasa di jalur utama Pandeglang–Rangkasbitung.
Pihak pengelola bersama kepolisian setempat terus memantau alur antrean agar pelayanan tetap berjalan tertib dan tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan persimpangan Kadubanen.B


Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!