PONTIANAK - BEDAINNEWS.COM – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan antrean panjang di sejumlah daerah menjadi sorotan nasional.
Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya, Kalimantan Barat, yang dalam beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Persoalan ini sejalan dengan sorotan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, yang meminta pemerintah dan PT Pertamina (Persero) serius menangani gangguan pasokan BBM di berbagai wilayah Indonesia.
"Ketersediaan stok nasional tidak otomatis menjamin masyarakat mudah memperoleh BBM di lapangan," Ujarnya, Kamis(15/10/2026).
Di Pontianak, antrean kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU setelah masyarakat kesulitan memperoleh Pertalite selama beberapa hari.
Seorang warga Pontianak, Edy(27) mengaku harus mengantre selama satu hingga dua jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
" Aktivitas saya terganggu, mau masuk kerja jadi terlambat, otomatis gaji saya di potong," kata Edy,Sabtu (16/10/2026).
Kondisi ini tidak hanya menyita waktu, tetapi juga berpotensi mengganggu mobilitas pekerja, aktivitas usaha, serta kegiatan ekonomi masyarakat yang bergantung pada kendaraan bermotor.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono sebelumnya menyatakan telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk membahas keterlambatan pasokan yang menyebabkan kekosongan BBM di sejumlah SPBU.
Salah sau persoalan yang disoroti ialah keterlambatan pengisian pasokan di wilayah luar kota, termasuk kawasan Sungai Raya, yang mendorong konsumen mencari BBM ke SPBU di Pontianak.
Perpindahan konsumen tersebut menambah tekanan terhadap SPBU di dalam kota dan memicu antrean lebih panjang.
Pemerintah dan Pertamina perlu memastikan pasokan benar-benar tiba tepat waktu, tersebar merata, dan dapat diakses masyarakat tanpa antrean berkepanjangan.

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!