Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Sorotan

ANTREAN BBM MELUAS, PONTIANAK JADI CERMIN MASALAH DISTRIBUSI

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain|
Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 16.14 WIB
|
1 menit baca
ANTREAN BBM MELUAS, PONTIANAK JADI CERMIN MASALAH DISTRIBUSI
Ai
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan antrean panjang di sejumlah daerah menjadi sorotan nasional. Kondisi tersebut turut dirasakan masy...
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Persoalan ini sejalan dengan sorotan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, yang meminta pemerintah dan PT Pertamina (Persero) serius menangani...

2

Ketersediaan stok nasional tidak otomatis menjamin masyarakat mudah memperoleh BBM di lapangan," Ujarnya, Kamis(15/10/2026).

3

Di Pontianak, antrean kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU setelah masyarakat kesulitan memperoleh Pertalite selama beberapa...

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PONTIANAK - BEDAINNEWS.COM – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan antrean panjang di sejumlah daerah menjadi sorotan nasional.

Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya, Kalimantan Barat, yang dalam beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Persoalan ini sejalan dengan sorotan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, yang meminta pemerintah dan PT Pertamina (Persero) serius menangani gangguan pasokan BBM di berbagai wilayah Indonesia.

"Ketersediaan stok nasional tidak otomatis menjamin masyarakat mudah memperoleh BBM di lapangan," Ujarnya, Kamis(15/10/2026).

Di Pontianak, antrean kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU setelah masyarakat kesulitan memperoleh Pertalite selama beberapa hari.

Seorang warga Pontianak, Edy(27) mengaku harus mengantre selama satu hingga dua jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

" Aktivitas saya terganggu, mau masuk kerja jadi terlambat, otomatis gaji saya di potong," kata Edy,Sabtu (16/10/2026).

Kondisi ini tidak hanya menyita waktu, tetapi juga berpotensi mengganggu mobilitas pekerja, aktivitas usaha, serta kegiatan ekonomi masyarakat yang bergantung pada kendaraan bermotor.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono sebelumnya menyatakan telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk membahas keterlambatan pasokan yang menyebabkan kekosongan BBM di sejumlah SPBU.

Salah sau persoalan yang disoroti ialah keterlambatan pengisian pasokan di wilayah luar kota, termasuk kawasan Sungai Raya, yang mendorong konsumen mencari BBM ke SPBU di Pontianak.

Perpindahan konsumen tersebut menambah tekanan terhadap SPBU di dalam kota dan memicu antrean lebih panjang.

Pemerintah dan Pertamina perlu memastikan pasokan benar-benar tiba tepat waktu, tersebar merata, dan dapat diakses masyarakat tanpa antrean berkepanjangan.

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:PontianakAntreanKalimantan BaratSpbu
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...