Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Kesehatan

Ancaman Asap Kian Pekat, Pemprov Kalbar Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain|
Jumat, 25 September 2026 pukul 07.20 WIB
|
1 menit baca
Ancaman Asap Kian Pekat, Pemprov Kalbar Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla
Foto Istimewa Kabut asap saat Pemadaman Karhutla
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Kalimantan Barat resmi memperpanjang status tanggap darurat penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 4 Oktober 2026
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Perpanjangan kedua ini mempertegas bahwa ancaman krisis ekologis dan kesehatan di wilayah Kalbar masih berada pada fase krusial.

2

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 1008/BPBD/2026 yang ditandatangani Gubernur Ria Norsan.

3

Status ini menjadi dasar hukum yang sangat penting bagi kita untuk bergerak cepat memobilisasi seluruh sumber daya, anggaran, hingga personel penanganan...

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PONTIANAK, BEDAINNEWS.COM — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi memperpanjang status tanggap darurat penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 4 Oktober 2026. Perpanjangan kedua ini mempertegas bahwa ancaman krisis ekologis dan kesehatan di wilayah Kalbar masih berada pada fase krusial.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 1008/BPBD/2026 yang ditandatangani Gubernur Ria Norsan. "Status ini menjadi dasar hukum yang sangat penting bagi kita untuk bergerak cepat memobilisasi seluruh sumber daya, anggaran, hingga personel penanganan bencana sesuai dengan eskalasi dan dinamika di lapangan," tegas Ria Norsan.

Ketua Satgas BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, mengungkapkan bahwa situasi di lapangan masih tergolong kritis. Berdasarkan pemantauan per 23 September 2026, terdeteksi sebanyak 1.870 titik panas (hotspot) yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 174 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi, dengan sebaran terbanyak terkonsentrasi di Kabupaten Ketapang (149 titik meliputi 15 kecamatan), disusul Kayong Utara (KKU), Melawi, dan Sintang.

"Satgas darat dan udara dikerahkan untuk melakukan ground check secara masif guna memastikan apakah titik panas yang terdeteksi merupakan kobaran api aktif atau indikasi panas permukaan," ujar Daniel.

Eskalasi kebakaran lahan tersebut berdampak langsung pada penurunan kualitas udara. Per 24 September 2026, kualitas udara di Kalbar secara umum masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat. Kabut asap pekat memicu penurunan jarak pandang ekstrem yang rata-rata kurang dari 1 kilometer.

Guna menanggulangi dampak yang meluas, Satgas Gabungan terus mengintensifkan operasi darat dan udara. Satgas Darat difokuskan pada patroli serta pemadaman langsung di titik api, sementara Satgas Udara mengoperasikan pemadaman bom air (water bombing) di titik-titik krusial seperti Desa Pulau Limbung dan Kubu Padi (KKR), Desa Pasir (Mempawah Hilir), Karang Anyar (KKU), serta kawasan Melawi dan Sintang.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Di sisi lain, Badan Meteorologi memprediksi adanya potensi hujan berintensitas sedang hingga ringan di sejumlah kabupaten/kota, meski hujan lebat masih nihil. Sejajar dengan upaya pemadaman, pemerintah daerah juga mendistribusikan bantuan air bersih serta menggelar operasi pasar murah di wilayah terdampak seperti Kota Pontianak, Mempawah, KKR, Ketapang, dan KKU untuk menjaga stabilitas sosial warga.

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...