BATAM - BEDAINNEWS.COM โ Alias Wello tegaskan pers dan puisi sama-sama bertumpu pada kekuatan kata untuk merawat kenyataan serta menyampaikan kebenaran, Rabu (4/11/2026).
Pesan filosofis tersebut ia kemukakan saat menghadiri rangkaian Rapat Kerja Nasional III Pro Jurnalismedia Siber yang berlangsung di Batam.
Menurut Ketua Dewan Penyantun DPP PJS itu, jurnalisme dan sastra memiliki titik temu yang erat dalam merespons dinamika sosial masyarakat.
Perbedaannya terletak pada cara penyampaian, di mana jurnalis menyajikan fakta objektif sedangkan penyair menyampaikan pesan melalui kepekaan rasa.
Integritas Diksi dan Peran Strategis Insan Pers
Penggunaan kata yang tepat dan akurat menjadi kunci utama bagi wartawan dalam menyusun karya jurnalistik yang berkualitas serta bertanggung jawab.
AWe mengingatkan bahwa setiap produk berita yang terbit memiliki dampak besar terhadap pembentukan opini dan persepsi publik.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Oleh karena itu, jurnalis dituntut untuk selalu menjaga kedalaman analisis serta keutuhan fakta dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Penguasaan bahasa yang baik diyakini dapat meningkatkan daya sebar berita sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap media.
Penguatan Kapasitas Literasi Dalam Jurnalisme Siber
Refleksi mengenai kekuatan bahasa tersebut sejalan dengan semangat PJS untuk terus meningkatkan standar kompetensi para anggotanya di seluruh Indonesia.
Peningkatan kemampuan literasi dan ketajaman tulisan menjadi modal utama jurnalis media siber dalam menghadapi era digital yang serba cepat.
Melalui forum Rakernas III, PJS berkomitmen mencetak wartawan yang tidak hanya mahir secara teknis tetapi juga memiliki kepekaan nurani.
Semangat penguatan mutu karya pers ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya ekosistem informasi yang sehat di tanah air. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!