INDRAMAYU - JAWA BARAT - BEDAINNEWS.COM – Pemandangan menarik terlihat dalam karnaval Sedekah Bumi di Desa Babakan Jaya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026).
Kuwu Desa Babakan Jaya, Masirin, turut mengikuti arak-arakan dengan menunggangi seekor kuda berhias yang menarik perhatian masyarakat.
Mengenakan pakaian berwarna gelap dan topi, Masirin tampak menikmati jalannya karnaval dari atas kuda yang dihiasi ornamen bernuansa biru dan emas.
Kehadirannya di tengah peserta menjadi salah satu daya tarik dalam perayaan tradisi tahunan tersebut.
Karnaval berlangsung meriah dengan iringan musik dorong Damar Putra Nozomi. Suara musik yang mengiringi perjalanan arak-arakan menambah semangat peserta sekaligus menghidupkan suasana di sepanjang jalan desa.
Masyarakat tampak antusias menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut. Warga berkumpul di sekitar jalur karnaval untuk melihat penampilan peserta, termasuk Kuwu Masirin yang menunggangi kuda dengan perlengkapan khas dan berwarna mencolok.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Masirin mengatakan, Sedekah Bumi menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat yang perlu terus dipertahankan. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan ant warga.
“Sedekah Bumi ini merupakan tradisi yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa berkumpul, bersilaturahmi, dan memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Perayaan Sedekah Bumi di Desa Babakan Jaya juga memperlihatkan kuatnya hubungan masyarakat dengan tradisi agraris yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bagi masyarakat pedesaan, tradisi tersebut memiliki makna kebersamaan sekaligus ungkapan syukur atas rezeki dan kehidupan yang dijalani.
Iringan musik dorong Damar Putra Nozomi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemeriahan karnaval. Perpaduan musik, arak-arakan, dan penampilan peserta menciptakan suasana hiburan rakyat yang dinikmati berbagai kalangan masyarakat.
Menurut Masirin, pelestarian tradisi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan agar nilai budaya lokal tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
“Saya berharap generasi muda ikut menjaga dan melestarikan tradisi Sedekah Bumi ini. Jangan sampai budaya yang sudah diwariskan oleh para pendahulu kita hilang, karena tradisi ini juga menjadi bagian dari identitas desa,” kata Masirin.
Karnaval Sedekah Bumi di Desa Babakan Jaya pun menjadi momentum untuk merawat budaya sekaligus memperkuat persaudaraan warga. Kehadiran Kuwu Masirin yang ikut menunggangi kuda, bersama iringan musik dorong Damar Putra Nozomi, menambah semarak perayaan yang berlangsung di tengah suasana pedesaan.

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!